[box style=”4″]

Buku Traveling Inspiratif di Blanja.com

[/box]

Benua Afrika dikenal dengan sabana tempat satwa bercengkerama. Tetapi di Afrika Utara, ada cerita yang lebih menarik dari itu. Di sana matematika lahir. Di sana juga tertoreh sejarah kejayaan Islam.

Kisah-kisah kehebatan islam masa lalu setidaknya diulas dalam buku A Traveller’s History of North Africa.  Buku ini dikarang Barnaby Rogerson, yang juga menulis buku biografi Nabi Muhammad SAW (The Prophet Muhammad) dan diterbitkan tahun 2003. Hal itulah yang membuat saya tertarik untuk mengulasnya kembali, ketika melihat judul buku ini dalam list Travel Books di sini.

Rogerson, dalam buku yang diterbitkan 1999 itu, memaparkan literasi sejarah Negeri Maghrib (Maroko sekarang) yang terkenal dengan ilmu matematika. Para intelektual kiranya tahu bahwa Maroko negara pengorbit ahli matematika, misalnya Ali Mostafa Mosharafa–dari sana pula lahir Ibnu Batutah salah satu petualang dunia.

blanja.com
Tampilan sampul depan di situs blanja.com. Dijelaskan bahwa buku akan dikirim langsung dari luar negeri dan sampai di tangan 21-30 hari kerja setelah pembayaran. *Kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi dan situasi.

Muhammad Abror Rosyidin, dalam tebuireng.org menuliskan, Maroko beberapa kali berada dalam kekuasaan beberapa bangsa sejak pra islam. Mulai dari bangsa Venesia, Romawi, hingga Vandal. Paling menarik ketika Gubernur Mesir Musa Bin Nusair melalui panglimannya Thariq bin Ziyad atas perintah al-Walid I bin Abdul Malik (705-715 H) khalifah keenam Dinasti Umayyah, berhasil mengekspansi negara-negara Afrika Utara termasuk Maroko.

Penjajah Prancis dan Spanyol menguasai Maroko pada tahun 1904 saat Islam berkembang di sana. Negeri Senja ini kemudian dibelah dua, pengaruh  Prancis di Utara dan Spanyol di Selatan: “yang kemudian kita kenal sekarang dengan Kerajaan Maroko dan Republik demokratik Arab Sahrawi. Dua kubu ini yang sampai sekarang berseteru saling mengklaim kekuasaan di Selatan,” tulis Muhammad Abror.

Semenjak 1999, Raja Muhammad VI yang lulusan Eropa melakukan perubahan dan mengubah wajah Maroko. Putra Mahkota Raja Hassan II ini membuat Negeri Seribu Benteng  menjadi lebih modern dan mentransformasikan islam kepada  kemoderatan.

“Peradaban tiga bangsa di masa lalu Arab, Afrika, dan Eropa, mempermudah Maroko menerima arus modernisasi. Darah Ham yang pekerja Keras, Sam yang loyal, serta darah Yafet yang cerdas dan diplomatis, sangat kental dan menjadi ciri khas masyarakat Maroko,” sebutnya dalam artikel ‘Maroko, Negeri Seribu Benteng’.

Buku A Traveller’s History of North Africa kiranya menjadi acuan bagi kita yang ingin mengakses sejarah peradaban Maroko tersebut.

Sebab Rogerson tidak hanya menulis sejarah tetapi juga menghadirkan panduan bagaimana cara berpetualang ke Afrika Utara, dengan cerita-cerita sejarah petualangan generasi sebelumnya.

Situs Goodreads menyatakan, serial kisah perjalanan dalam buku ini dirancang khusus bagi wisatawan yang ingin mengetahui lebih banyak latar belakang sejarah Negeri Maghrib yang mungkin tidak diceritakan oleh pemandu wisata. Masing-masing bagian menghadirkan sejarah otoritas suatu negara di Afrika Utara secara sempurna dari dulu hingga kini.

A Traveller’s History of North Africa menjadi referensi sejarah Afrika Utara. Ia diilustrasikan dengan peta dan gambar untuk membuatnya lebih hidup dan kita melek membacanya. Buku ini pun layak diselipkan dalam koper atau ransel jika Anda ingin bepergian.

blanja.com
Screen short dua komentar pembaca A Traveller’s History of North Africa di situs Goodreads.

Bila Anda menanyakan buku apa yang layak dibaca sebelum melakukan perjalanan ke Afrika Utara, Safariku menyebut A Traveller’s History of North Africa di urutan pertama. Let’s get lost in Maghrib! [adv]

Writer : Admin

Leave a Reply