Kereta Api di Trans-Siberian Railway kawasan Danau Baikal, Rusia.

Jika diberi kesempatan traveling dengan kereta api di Pulau Jawa, saya mungkin akan mencoba rute dari Surabaya ibu kota Jawa Timur ke Semarang ibu kota Jawa Tengah. Hm.. apakah saya harus cek harga tiket kereta Surabaya Semarang sekarang juga?

Tunggu dulu. Saya harus punya alasan tertentu dalam memilih suatu destinasi traveling. Pun untuk kategori trip dengan kereta api (baca: train trip). 

Di Indonesia saat ini saya akui pengalaman train trip terbaik ada di Pulau Jawa. Saya pernah merasakannya dalam perjalanan kereta api dari Bandung ke Jakarta pada 26 November 2017. 

Jumat itu, pagi-pagi sekali saya check out hotel usai hadiri sebuah workshop ekonomi kreatif, lalu langsung menuju ke Stasiun Bandung di Kebon Jeruk, Andir, Kota Bandung. 

Kabut masih selimuti kota Paris van Java itu saat saya tiba di stasiun. Beberapa penumpang sedang antri di loket. Membeli tiket Argo Parahyangan, nama kereta api rute Bandung – Jakarta. 

argoparahyanganbandung
Rute yang dilalui KA Argo Parahyangan Bandung Jakarta. Insya Allah pemandangannya tak kalah dari rute Trans-Siberian. [FOTO: Phinemo.com]

Saya pun beli tiket eksekutif seharga Rp 80 ribu untuk jadwal keberangkatan pukul 06.30. Estimasi tiba di Jakarta pada pukul 09.45. 

Saya harus cepat sampai di ibu kota, karena sudah janji ketemu dua pebisnis pemula asal Aceh yang terbang ke Jakarta dari Banda Aceh di hari yang sama.

(Sayangnya, kita belum bisa menikmati train trip dari Sumatera ke Jakarta).

Ini akan jadi pengalaman pertama saya mengikuti train trip di Pulau Jawa. Saya sendiri. Duduk di window seat.

Tak sabar ingin melihat pemandangan yang kata kawan Bandung saya “indah dan menyejukkan sepanjang trip”.

Tapi tiba-tiba, saya merasakan hal ini. Entah hanya saya. Setiap kali memasuki armada transportasi umum, baik udara, kapal, maupun darat, terbersit hal-hal aneh. (Tunjuk tangan yang punya fobia yang sama).

Semisal insiden-insiden buruk yang pernah orang alami. Pesawat jatuh. Kereta masuk jurang. Kapal tenggelam. Na’udzubillah.

Pun dengan perjalanan train trip hari itu. Pikiran saya terasosiasi dengan beberapa film yang setting utamanya dalam Kereta Api.

Paling berkesan itu film Transsiberian. 

Sebuah film thriller keluaran 2008 mengambil lokasi syuting di Trans-Siberian Railway, jaringan kereta api terpanjang dunia berjarak 9.289 km dengan waktu tempuh 6 – 8 hari. Sebuah rute darat Eurasia yang menghubungkan Rusia (Eropa) dan China (Asia).

Di film itu, tokoh Roy (Woody Harrelson) suaminya Jessie (Emily Mortimer) kadung ramah dalam menyambut teman satu kabin mereka di kereta Trans-Siberia rute Beijing-Moskow.

Roy dan Jessie dalam salah satu adegan film Transsiberian. [FOTO: netflixmovies.com]

Carlos (Eduardo Noriega) dan kekasihnya Abby (Kate Mara). Tamu tak diharapkan itu muncul di awal trip. Jessie merasa tak nyaman, terutama gara-gara teman baru mereka Carlos tampak menyukainya. 

Eh tapi saya kan pergi sendirian. (Ya, saat itu belum punya pasangan–yang sah). Tapi saya cukup teringat adegan film itu ketika Roy menghilang setelah kereta berhenti sejenak di Irkutsk, Siberia.

Ups! Lupakan adegan selanjutnya. 

Saya malah mengharapkan, dalam train trip Bandung Jakarta ini, akan menemukan pemandangan yang tak kalah indah dari perjalanan Roy dan Jessie.

Namun secara pribadi, Trans-Siberian kemudian menjadi train trip impian saya. Akan sangat menantang dan menyenangkan jika suatu hari nanti bisa menikmati perjalanan kereta di rute bersejarah itu: melintasi 7 zona waktu. 

Trans-Siberian Moskow
Gerbong Kereta Imperial Russia di jalur Trans-Siberian, Rusia. Sekilas tampak seperti alam Jawa ya? 😛 [FOTO: regent-holidays.co.uk]

Mungkin saya dengan pasangan, akan melancong menikmati Trans-Siberian dari China ke Rusia, layaknya Roy dan Jessie.

Baca juga: Di Hotel Gili Trawangan Saya Honeymoon

Tapi tentu saja kami tak ingin mengalami hal buruk seperti dalam film itu. Termasuk suasana mencekam dalam film Trip to Busan yang lebih mengerikan. 

Tahu, kan, (bagi yang sudah nonton) cerita film Korea terbaik itu. Ya, itu merupakan film Korea pertama pada 2016 yang memecahkan rekor lebih dari 10 juta penonton.

Tentu saja Zombie tak ada di kehidupan nyata seperti cerita Trip to Busan. Tapi ada tindakan di dunia nyata layaknya Zombie yang menghisap darah manusia, yaitu pelaku scam.

Sebenarnya, scam sesuatu yang paling terbayangkan dalam benak saya saat itu. Apalagi pergi sendiri. Scam adalah tindakan kriminal terhadap wisatawan yang biasanya diminta harta benda secara paksa.

Trans-Siberian Winter
View dari window seat kereta di rute Trans-Siberian saat winter. [FOTO: rusmania.com]

Pelaku scam, kita anggap saja sama dengan Zombie di dunia nyata. Mereka kerap muncul tiba-tiba menghadang wisatawan lalu meminta sejumlah uang. 

Seketika lamunan saya buyar, saat gerbong mulai bergerak. Ah. Lupakan semua ilusi buruk. Saya baca doa perjalanan dan memulai menikmati train trip Bandung Jakarta. 

Serta-merta, saya disuguhi keindahan alam dari dalam Argo Parahyangan.

‘Ular besi’ ini melaju cepat melewati panorama sawah bertingkat, perbukitan, jembatan, dan terowongan. 

Hampir sepanjang rute saya menatap kehijauan dan rumah-rumah penduduk, seperti saat melintasi kawasan Padalarang, Bandung Barat. Amboinya.

Kereta Argo Bromo Anggrek, untuk perjalanan Jakarta – Surabaya dengan pemandangan alam nan indah. [FOTO: phinemo.com]

Saya merasa hepi bisa menikmati keheningan dalam solo trip. Hingga akhirnya Argo Parahyangan berhenti di Stasiun Gambir. Train trip saya selesai hari itu. Tanpa terjadi hal-hal yang diinginkan. 

Dan kita sebenarnya, tak perlu khawatir lagi dengan perilaku kriminal dalam kereta api di Indonesia. 

Untuk saat ini, ilusi demikian harus ditepis jauh-jauh. Karena fasilitas KA sekarang sudah jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, apalagi sistem security siap siaga yang didukung pasukan Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api). 

Namun begitu, kita tetap waspada. Kejahatan bisa muncul setiap ada kesempatan. 

Train Trip Bandung Jakarta sudah. Apakah saya akan segera membeli tiket kereta Surabaya Semarang? Atau kembali naik Argo Parahyangan dengan pasangan?[]

Oleh Makmur Dimila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here