Pulau Gosong Safariku

Pulau ini merepresentasikan keindahan pesisir laut Aceh Barat Daya yang di sisi lain tersolek oleh panorama Bukit Barisan Pulau Sumatera.


Setumpuk terumbu karang ditumbuhi pulau mungil di tengah laut ini pertama kali saya lihat pada akhir Mei 2014 dari Pantai Bali. Sebuah pantai dengan hamparan pasir kecokelatan bersambung dengan Pantai Jilbab di sisinya.

Dua pantai itu berada di antara Desa Ladang dan Desa Palak Karambil, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Kerap dijadikan destinasi akhir pekan oleh masyarakat setempat.

Berteduh di bawah pepohonan cemara atau mandi di tepi pantai. Bisa pula mengganjal perut dengan makanan laut atau rujak yang dijajakan pengusaha kuliner ala pantai-pantai tropis di Indonesia, di sekitar objek wisata.

Pulau Gosong dr Pantai Bali
Pulau Gosong dari Pantai Bali, 17 Mei 2014, hampir tidak kelihatan. Photo: Makmur Dimila

Sebelum tsunami 2004, Pulau Gosong yang mungkin berjarak tak sampai 1 km dari Pantai Bali, menurut seorang kawan saya dari Abdya, Jufriadi, bisa ditempuh dengan berjalan di atas terumbu karang jika airnya surut.

Namun setelah itu, jaraknya sudah lebih lebar. Saya haruslah ke Dermaga Ujong Serangga jika ingin meilipir sejenak ke pulau yang juga disebut Pulau Pusong oleh warga.

Tapi kala itu saya tak jadi menyeberang. Nelayan hanya pergi melaut, tak melayani khusus jasa boat ke pulau sebesar lapangan bola itu.

Mereka belum melihat adanya potensi wisata di sana. Berbanding drastis dengan saat ini.

Terutama sejak medio 2015, nama Pulau Gosong bak primadona di jalur barat-selatan Aceh. Dermaga Ujong Serangga pun diramaikan para wisatawan lokal dan pelancong yang datang dari Banda Aceh. Pemilik boat pasang tarif antara Rp 300 – Rp 500 ribu per trip untuk jasa antar-jemput.

Dibandingkan dengan jarak dari Pantai Bali, Pulau Gosong menjadi lebih jauh bila ditempuh dari Dermaga Ujong Serangga. Dengan boat nelayan memakan waktu sekitar 20 menit, dengan jarak tak sampai 1 mil laut.

Pantas saja mereka mendatangi pulau mungil itu. Ada keindahan luar biasa di sana, seperti saya pelototi dari udara pada 15 April 2015.

Dari balik kaca jendela pesawat komersial kecil yang saya tumpangi, Pulau Gosong kelihatan bagai setumpuk nirwana yang ‘jatuh dari langit’. Pepohonan cemara menjulang menonjolkan hijau pekat dikelilingi pasir putih.

Di sekitar pantainya, terumbu karang menyembul hingga beberapa kali lebih lebar dari pulau itu sendiri. Perairannya tenang.

Dan seperti diduga, di sekitar Pulau Gosong memang terdapat spot menyelam, baik diving maupun snorkeling. Diam-diam kru Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Aceh rupanya sudah menyelami keindahan bawah laut sekitar Pulau Gosong sejak 2013 dan mengulanginya pada medio 2015.

ikan pulau gosong
Ikan badut kuning di perairan Pulau Gosong. Photo: Citra Rahman

Dahlan, Ketua POSSI Aceh, kepada media online lokal Aceh News menuturkan, pihaknya menjumpai biota laut seperti kima dan ikan napoleon yang tergolong langka.

Pada 16 Agustus 2015, gabungan ragam komunitas di Abdya menggelar upara penaikan bendera Merah Putih di Pulau Gosong. Didukung oleh aparat TNI dan warga setempat.

Dalam satu video yang diunggah di Youtube oleh pemuda Abdya, bawah laut pulau itu dipenuhi bayi terumbu karang yang menjadi tempat bermain ikan nemo, juga terumbu karang—kima dan kipas, ikan-ikan hias, dan penyu. Di permukaan, beberapa wisatawan mengenakan life jacket oranye ber-snorkeling ria.

Seorang travel blogger Aceh, Citra Rahman, terkesima oleh keindahan bawah laut Pulau Gosong di kedalam 5-7 meter saat ia melipir ke sana pada Agustus tahun lalu.

pasir putih pulau gosong
Pasir Putih Pulau Gosong, Agustus 2015. Photo: Citra Rahman

Sementara di pantai, ia disambut oleh satu gubuk baru dibangun, untuk peristirahatan para wisatawan, diwarnai oleh koloni belalang yang beterbangan.

Merujuk dalam literatur Geografi, Pulau Pusong Abdya itu termasuk dalam ketegori Pulau Penghalang (Barrier Island), yaitu gosong pasir yang tersembul di pantai dan dipisahkan dari pantai. Pulau penghalang ini bisa berbentuk sebagai spit atau gumuk pasir yang dibentuk oleh angin atau air.

Gosong sendiri berarti terumbu karang di tengah lautan yang jauh dari daratan. Umumnya gosong berada di perairan dangkal seperti yang berada di depan Dermaga Ujong Serangga.

Abdya dapat ditempuh dari Banda Aceh sekitar 7 jam perjalanan darat. Perjalanan ke Susoh bisa diawali dari Kota Blangpidie, ibu kota Kabupaten Abdya.[]

Writer: Makmur Dimila

Artikel ini telah diterbitkan di Rubrik Wisata Tabloid Pikiran Merdeka edisi 106 (11-18 Januari 2016)

Wisata Pulau Gosong Abdya PM

Berjalanlah… dan ceritakan pengalamanmu 🙂

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here