Singgah ke Parliament House of Australia

Suhu mencapai satu derajat celcius ketika kami berangkat ke Parliamant House of Australia di Canberra. Dari Novotel Hotel di Northbourne Avenue, kami diangkut dengan mini bus. Gedung-gedung perkantoran tumbuh di antara taman-taman.

Sepanjang 15 menit perjalanan ke MPR-nya Aussie itu, perkotaan sepi, berbanding terbalik dengan Melbourne yang hiruk-pikuk. Pun di halaman gedung parlemen, hanya ada beberapa orang saja yang mengambil foto dengan latar pegunungan atau gedung itu sendiri, seperti kami lakukan sebelum masuk ke dalam.

parliament house

Halaman depan Parliament House of Australia di Canberra.

Di dalam gedung yang dibangun tahun 1988, dengan menghabiskan biaya 1 milyar-dollar Australia saat itu–sekarang 1 AUD sama dengan 10.300 rupiah, kami menjumpai dua wartawan politik yang berkantor di Parliament House.

Karen Barlow yang pertama, wartawati Special Broadcasting Service (SBS), salah satu kantor berita terkemuka di Aussie: TV maupun radio. Dia menyambut di loby lalu menuntun kami ke lantai dua, tempat sejumlah media massa terkemuka Australia membangun kantor khusus pemberitaan dari Parliament House.

Kami dibawa masuk ke studio ABC sebelum SBS. Di kedua kantor berita itu, beberapa di antara kami sempat berpura-pura menjadi pembawa acara.

studio abc

Rita, seorang fellow APJC 2015 dari Vanuatu, memperagakan kegiatan di studio TV ABC.

Di SBS, Karen menceritakan kami kegiatannya yang fokus pada digital broadcasting. Menurutnya, media di Ausie juga memanfaatkan sosial media, khususnya Twitter, untuk menjaring audien. Hal yang juga marak di Indonesia.

Selanjutnya, kami bukan menjumpai Perdana Menteri Tony Abbot yang Senin siang itu tidak ada di ruangannya, tetapi dipertemukan dengan James Massola. Seorang koresponden politik untuk The Sydney Morning Herald, The Age dan The Canberra Times.

Dia lebih banyak bicara soal peliputan politik dan anggaran pemerintah. Seminggu lalu, Australia mengumumkan Budget 2015–sejenis APBN di Indonesia, selama itu dia fokus menulis soal anggaran tersebut. Ia menulis di surat kabar dengan sudut pandang berbeda dengan apa yang diberitakan stasiun media elektronik dan online.

james massola

James Massola menceritakan pengalamannya didampingi dua official APJC

Satu yang menarik, begitu Budget 2015 diumumkan, semua wartawan di Parliament House masuk ke ruang House of Representatives dan melihat hasil keputusan Dewan selama 6 jam untuk kemudian diberitakan sesuai dengan sudut pandang masing-masing.

Pemerintahan Aussie juga tidak membahas Rancangan Anggaran, tetapi mereka punya regulasi sendiri untuk mengukur siapa pemenang (istilah bagi pihak-pihak yang menerima anggaran atas prestasinya) dan siapa pecundang (pihak-pihak yang tidak menerima anggaran).

So serius? Mari refreshing ke puncak Parliament House.

Di lantai teratas, pada ketinggian 81 meter, kami dapat melihat pemandangan Kota Canberra yang dikelilingi pegunungan, lebih jelas dan indah. Pun menatap secara dekat, simbol negara Australia yang ditopang empat pilar. Juga ada satu bangunan menyerupai piramida. Lokasi yang indah untuk foto-foto.

Jarang-jarang ada kesempatan seperti ini. Apalagi untuk masuk ke Parliament House, kami harus melalui pemeriksaan yang ketat. Seperti pemeriksaan di bandara.

Tidak hanya kami, beberapa kelompok tur lain juga mengakhiri kunjungan mereka di puncak gedung ini. Menikmati Canberra, ibu kota negara dengan populasi sekitar 400 ribu, yang terletak di antara Melbourne dan Sydney.[]

Writer: Makmur Dimila

Sekilas #parliamenthouse

  • Parliament House diresmikan tahun 1988. Dibangun di area 32 hektare di Capital Hill, di kawasan Australian Capital Territory.
  • Memiliki 4.700 yang kebabanyakan terbuka untuk umum
  • Gedung ini terbuka untuk publik setiap hari kecuali Natal
  • Anda bisa melihat House of Presentatives, tempat para dewan mengadakan rapat atau ambil keputusan
  • Anda juga bisa menikmati galeri seni di Parliament House Art Collection
  • Sejarah Pasifik dalam Perang Dunia II dapat Anda lihat di ruang Magna Carta
House of representatives

House of Representatives, ruang pemutusan kebijakan.

Tokoh australia

Lukisan tokoh-tokoh politik Australia

studio abc

Studio Australian Broadcasting Corporation (ABC)

Toyota

Ada Toyota dalam ABC.

Wawancara

Melakukan wawancara langsung di taman.

foto kacamata

“Ada aku di matamu.”

Bergaya di parliament house

Saya juga mau berpose di puncak Parliament House

Berjalanlah… dan ceritakan pengalamanmu 🙂