Semalam di Bandung, Dapat Lotus di Traveloka

Dua hari menjelang puasa Ramadhan 1436 hijriah, saya berangkat ke Paris van Java. Saya akan mendokumentasikan sidang tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Bandung keesokan. Sekaligus, jalan-jalan!

Dari Cinere, Depok, saya menggunakan mobil travel dengan biaya Rp 75 ribu. Perbukitan dan sawah bertingkat-tingkat, berjejer di kiri dan kanan jalan tol yang dilalui sopir. Saya juga penasaran, bagaimana wajah Smart City-nya Ridwan Kamil itu.

Wilujeng sumping peserta Konferensi Asia Afrika.”

Bunyi itu tercetak di poster yang ditempel di pilar-pilar jalan tol saat memasuki Kota Bandung. Kalimat ucapan selamat datang tercetak di bawah wajah-wajah penduduk lokal yang tersenyum. Poster-poster sisa pagelaran Konferensi Asia Afrika bulan sebelumnya.

krengsengan

Makan siang dengan menu Krengsengan Sayap, Rp 10.500, di Bakmi Jowo DU67, Jalan Dipati Ukur No. 67, Bandung. Photo: Makmur Dimila

Pepohonan tumbuh di sela-sela kota. Sejuk. Saya naik angkot putih tujuan Terminal Dago dari Dipati Ukur. Selanjutnya pindah ke angkot biru tujuan Jalan Tubagus Ismail. Dalam kedua angkot itu, saya tak merasa pengap sebagaimana di Jakarta-Depok. Adem, seperti cewek-cewek Bandung yang bening, katanya.

Dari jalan raya, tanya-tanya alamat Lotus Hotel, saya berhasil melalui gang. Menyusuri jalan lorong yang menanjak. Dengan suara air jatuh di lembah sana, di balik perumahan. Saya melihat akomodasi Dago’s Hill, SD Salman Al Farisi, dan… Lotus!

Restoran di kiri. Mirip kedai-kedai tradisional berkonstruksi kayu dan bambu. Danau kecil di kanan. Tanaman lotus mengapung di berbagai sisi kolam itu. Ada beberapa gazebo di timur kolam. Saya mendongak, hotel berlantai empat.

Resepsionisnya, seorang gadis, dan bening. Aduh, saya tak bisa menuliskan bagaimana lembut suaranya. Lekas saja saya tunjukkan voucher penginapan yang saya booking di Traveloka semalam.

Saya dapat harga promo Rp 194.883,00 untuk standard single room. Murah dong!voucher traveloka

promo traveloka

Rejeki anak soleh. 😀

Kamar 201, di lantai 2, menghadap danau lagi. Di dalam kamar, satu ranjang tidur, menghadap TV LCD kecil dan cermin meninggi di sisinya. Di sisi bed, kamar mandi dengan shower dan toilet. Di luar kamar mandi, ada lemari kecil yang cukup untuk saya taruh pakaian, perlengkapan dokumentasi seperti DSLR dan tripod. Di mejanya, ada air dengan pemasaknya untuk saya bikinkan kopi sendiri.

kamera

Tumben saya bawa sebanyak ini, biasa cuma smartphone! 😀

Sadar cuma punya waktu semalam, saya keluar sore. Jalan-jalan ke Taman Film di bawah Jembatan Surapati, salah satu ikonnya Kota Bandung. Anak-anak, remaja, bahkan yang berpasangan, duduk di tribun melengkung terbuat dari beton, yang telah disediakan. Sementara di depan layar selebar–mungkin–3 x 4 meter itu, diputar film Dono Kasino Indro.

Saya menghabiskan malam di kota dingin ini, di jajanan yang dibuat pemuda kreatif Bandung. Ayam Herbal dan Kue Cubit, tak jauh dari mulut gang untuk kembali ke Lotus Hotel.

Kuet Cubit dengan nama gaulnya Cub’s adalah bolu-bolu kecil dengan banyak rasa. Coklat, keju, susu, mint, dan lainnya. Ada warna hijau, kuning, coklat, dan merah.

:: Let's Cub :: "Cub is short for 'cubit'. So that its name 'kue cubit'," says Cub's owner when I asked, "what does mean of Cub?". Cubit (pinch) is good word to catch out the attention of viewer, as my experience tonight. And it has slogan "eat n chat" as a try to make sure the buyer to share their product by wifi available for free. The creative branding in line with "Smart City" program which led by Mayor of Bandung, Ridwan Kamil. Cub's Outlet located at Jln. Tubagus Ismail, Bandung City, West Java, Indonesia. ———– "Cub ialah kependekan dari 'cubit'. Jadi namanya itu kue cubit," kata pemilik usaha Cub's ketika saya tanyakan, "apa maknanya Cub?". Cubit, kata yang bagus untuk memancing perhatian pengunjung, seperti pengalaman saya malam ini. Dan ia punya slogan 'makan dan obrolkan' sebagai sebuah usaha untuk memastikan pembeli memamerkan karya mereka dengan penyediaan wifi gratis. Kreatif branding yang sejalan dengan program "Kota Cerdas" yang dijalankan Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Gerai Cub's terletak di Jln. Tubagus Ismail, Kota Bandung, Jawa Barat. @your.shot @instagram @instanusantarafeed @instanusantara @instagallery_indonesia #travellingram #cake #cub #smartcity #westjava #instagram #instaphoto #instanusantara #instagallery_ina #cullinary #eat #jalanjalan #bandung #phinemo #safariku

A photo posted by Makmur Dimila (@makmurdimila) on

Sedangkan Ayam Herbal saya makan di saung hotel sambil menikmati indahnya lampu hias di halamannya. Sebenarnya ayam goreng biasa, hanya ayamnya yang tidak biasa. Daging ayam didatangkan khusus dari Peternakan Ayam Herbal, ayam yang pakannya itu terbuat dari bahan-bahan organik.

hotel lotus

Lotus di malam hari. Photo: Makmur Dimila

Di depan saya, cahaya dari kamar-kamar memantul ke permukaan danau. Suara air mengalir bergemuruh dari balik lembah. Malam yang sempurna. Tapi tidak sebegitu sempurna, karna saya sendirian.[]

Writer: Makmur Dimila

Berjalanlah… dan ceritakan pengalamanmu 🙂

taman film

Di Taman Film ini, ada yang pacaran, nyenangin anak, dan lain-lain (tak terlihat). Photo: Makmur Dimila

gurami pepes

Gurami Pepes, santapan siang usai liput sidang, di salah satu Rumah Makan Ampera tak jauh dari PN Bandung, di Jln RE Martadinata. Photo: Makmur Dimila

gedung sate

Numpang lewat di depan Gedung Sate, sebelum ‘chaw’ dari Bandung. Photo: Makmur Dimila