Santai di Rumah Pohon Tahura

Suasana sejuk pegunungan terasa manis saat diiringi kicau burung dan nyanyian cicada (jangkrik hutan). Hal ini membuat saya ingin lama di tempat ini, Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan alias Tahura PMI. Spot yang sebelumnya sering saya abaikan saat melintasi KM 76 jalan nasional Banda Aceh – Medan.
rumah pohon safariku

Rumah Pohon di Kompleks Pos Tahura PMI Saree. Photo: Makmur Dimila

Pagi 20 Januari 2015, saat saya pertama kali santai di Rumah Pohon Tahura PMI. Namun itu bukan pertama kali saya di sana. Saya teringat ke masa 2009 awal begitu melihat kolam kering berwarna biru muda, tak jauh dari kami duduk.

Kolam itu menjadi saksi kenakalan kami para siswa SLTA di Kota Sigli. Saya dan ratusan teman kelas tiga melucuti seragam sekolah yang sudah penuh coretan cet semprot usai melihat kelulusan meskipun ada larangan, kemudian nyemplung ke kolam tersebut. Sepulang dari sana, kami dikejar para guru hingga keesokannya dipanggil wali murid. Duh!

Namun 2009 belum secantik 2015. Hari itu saya datang bukan dengan gerombolan remaja nakal. Saya datang bersama kawan media, disertai sopan santun. Kami juga bicara santai kepada salah satu pejabat KPH Tahura PMI. Ia cerita banyak kepada kami di rumah yang menggayut pada dua batang pinus besar.

Rumah Pohon Tahura itu membenamkan pengalaman remaja saya.

Saya hirup udara segar di Pos KPH Tahura PMI ini, yang bertengger di kaki gunung Seulawah Inong. Suara jangkrik yang tak putus-putus ialah kemesraan alam yang paling saya sukai di sini. Suara kendaraan yang lewat di jalan nasional menjadi kecil sekali, selain kami tak melihat wujudnya.

tahura safariku

Ngobrol santai di gazebo Rumah Pohon. Photo: Makmur Dimila

tahura safariku

Di bawahnya ada batu-batu besar yang bisa digunakan pengunjung untuk duduk santai. Photo: Makmur Dimila

Di Pos Tahura ini, saya juga menyadari banyak hal tentang lingkungan hidup. Bagaimana fungsi hutan yang menjadi penyedia air bagi bumi dan manusia. Bagaimana pentingnya pepohonan untuk mengundang awan pengirim hujan.

Pada awal Februari, saya kembali ke Pos Tahura PMI. Pada hari yang ramai dengan kedatangan murid SMA, saya kembali minta Ikbal Fanika mengambil pose saya di Rumah Pohon. Saya tak mau kalah dengan sepasang calon pengantin baru yang sedang motret prawed (sepertinya) di ujung kompleks Pos Tahura.

hutan saree safariku

“Ayooo siapa mau kawin? Prawednya di sini aja, santeek kok. :D” Photo: Makmur Dimila

rumah pohon safariku

“Heummm… Serasa di mana gitu. :D” Photo: Ikbal Fanika

Pada akhirnya, saya berharap Rumah Pohon itu akan menjadi sumber Rumah Pendidikan Lingkungan bagi pengunjung Tahura PMI.

Tahura ini berada di hutan lindung dan kini tengah dikembangkan sebagai hutan wisata. Anda bisa menanti laporan lengkap Tahura PMI ini di Majalah Aceh Tourism edisi 5 yang kemungkinan terbit pada Maret 2015.[]

Writer : Makmur Dimila

Berjalanlah… dan ceritakan pengalamanmu 🙂