Petualangan Indrawi di Lantai 88 Eureka Skydeck

Tak hanya Dubai dengan Burj Khalifa-nya. Australia pun punya menara tertinggi yang diincar para wisatawan, dengan tawaran petualangan yang berbeda.


Saya selalu lihat kupon Eureka Skydeck 88 yang digantungkan di lobi apartemen. Saya ambil satu begitu tahu ada tulisan “10 % Discount” di sana. Kata resepsionis, kupon itu masih berlaku dan saya akan dapat potongan harga karcis jika menunjukkan kartu ini kelak.

Melbourne Night Eureka Skydeck

Kota Melbourne di malam hari. Photo: Makmur Dimila

Setelah sebulan di Melbourne, saya pun memberanikan diri pergi ke Southern Hemisphere, tempat Menara Eureka Skydeck 88 berdiri menjulang.

Sebaiknya dibaca: Minggu Pertama di Melbourne


Malam itu, awal Juni 2015, saya pergi sendiri dengan menaiki tram dari Lincoln Square, Carlton, tujuan Flinders Railway Station. Melewati Jembatan Princes di atas Sungai Yarra dan turun di depan Gedung The Arts Centre Melbourne.

Kemudian jalan kaki ke balik gedung ini sejauh 200 meter untuk memasuki Eureka Skydeck. Ia berdiri tegak setinggi 297 meter, bagai pemimpin bagi gedung-gedung pencakar langit di sekitarnya, dengan cahaya-cahaya lampu yang kotak-kotak.

Di ruang tiket, saya antri sebagaimana aturannya. Antrian pendek.

Antrian Eureka Skydeck

Australia sangat menghargai budaya antrian, sebagaimana negara maju lainnya. Photo: Makmur Dimila

Setelah itu, saya beli tiket untuk mencoba Eureka Experience seharga 19.50 Australia Dollar (Rp 200.850 saat itu) dan The Edge Experience sebanyak 12 AUD (Rp 123.600). Saya tunjukkan juga kupon yang saya bawa dari apartemen.

“Kupon ini hanya berlaku untuk Eureka Experience,” jelas petugas.

Tak masalah. Dari total 31.5 AUD, saya cuma bayar 28.35 AUD (Rp 292.005) Yang penting saya harus bisa naik ke atas. Saya dikasih faktur, gelang Eureka Skydeck, dan benda seukuran hardisk eksternal.

“Nanti akan menyalakan lampu merah ketika giliranmu masuk The Edge, lalu jumpai petugas,” resepsionis menjelaskan fungsi benda mirip hardisk eksternal itu.

Hanya 38 detik ke lantai 88

Saya jalan menuju lift. Disambut petugas yang akan menuntun saya masuk bersama beberapa pengunjung lainnya. Sejenak kami bergerak, lalu hening, hingga hentakan berhenti. Hanya 38 detik, kami tiba di lantai 88!

pengunjung eureka skydeck

Pengunjung di lantai 88 Tower Eureka Skydeck dari berbagai latar dan asal bisa saja menjadi teman baru. Photo: Makmur Dimila

Temperatur suhu di Melbourne pada saat itu berkisar 10-17 derajat celcius. Dinginnya tak begitu terasa ketika saya sampai di puncak. Ternyata, ada puluhan orang, di balik remang-remang cahaya lampu ruangan. Siapapun tak saya kenal.

Sejarah berjalan di lantai

“Venue of the AFL Grandfinal”. Salah satu kalimat yang berjalan di lantai, dengan lampu LED merah. Lalu muncul kalimat-kalimat lain. Hingga tahu hal apa yang tengah dijelaskan.

“Metode ini sangat membantu orang tunarungu atau tunawicara,” pikir saya.

Melihat Melbourne lebih dekat

Di tepi lantai, selain informasi berjalan itu juga disediakan sejumlah teropong jarak jauh. Di setiap teropong itu memiliki lubang viewfinder untuk melihat 30 gedung atau situs populer di Melbourne lebih dekat.

Federation Square dari Eureka Skydeck

Kiri: Viewfinder memudahkan lihat objek lebih dekat, misal Federation Square (kanan). Photo: Makmur Dimila

Saya intip Flinders Railway Station, Melbourne Cricket Ground, Art Melbourne Centre, Federation Square, Melbourne Aquarium, Queen Victoria Market hingga Crown Kasino. Inilah Melbourne Sightseeing yang sesungguhnya.

Ketika asik memotret dengan seorang pemuda asal India di viewfinder ini, tiba-tiba saku jaket saya bergetar dan mengeluarkan sinar merah. Saatnya masuk ke ruangan The Edge Experience.

Crown Casino Eureka Skydeck

Saya bisa berimajinasi dalam memotret via viewfinder. Ini adalah refleksi Crown Casino. Photo: Makmur Dimila

Sensasi kubus di atas angin

Petugas mengambil benda laser pertanda saya sah sudah beli tiket The Edge. Saya dan dua peserta lainya diminta melepas jaket, alat elektronik, dan tak boleh memotret selama di dalamnya. Kemudian kami juga harus membungkus sepatu dengan sarung hitam antislip.

“Maksimal dua grup untuk sekali masuk. Grup pertama kamu sendiri,” petugas lelaki itu menunjuk saya sebelum memandang dua gadis di sisi saya, “kalian grup kedua.”

Dia bilang kami hanya punya waktu 5 menit di dalam box The Edge. Ketika nanti dia panggil via mikrofon, saya harus siap berpose untuk difotonya pada giliran pertama; dan pada saat yang sama grup kedua harus merapat maju ke dinding box agar tak tampak di foto.

Sebaiknya dibaca: 10 Sisi Lain Australia Belum Diketahui Orang Banyak


Kami masuk. Perlahan kubus kaca the Edge seukuran 2 x 2 meter keluar dari puncak Eureka Skydeck. Di hadapan dan di bawah kami hanyalah cahaya lampu Kota Melbourne yang lebih mirip kunang-kunang. Tak bisa dibayangkan andai ruang kaca yang tengah kami pijak ini melorot jatuh!

Dua gadis asal Inggris itu tak henti-hentinya berdecak kagum, hingga tiba waktu memotret. Hanya perlu mengikuti aba-aba dari petugas. Saya dua kali jepret baru oke. Setelah saya, giliran keduanya berpose.

Keluar dari The Edge, kami kembalikan barang-barang, lalu menuju studio untuk ambil foto yang tadi direkam petugas. Tapi harus berbayar, sesuai ukuran cetakan.

eureka skydeck

Ini pose saya sudah dicetak, keren kan? 😀 Photo: Eureka Skydeck Official

Saya juga bisa mendownload foto aksi saya dalam The Edge di website resmi http://www.eurekaskydeck.com.au. Cukup memasukkan kode foto yang tertera pada receipt percetakan foto di studio Eureka tadi. Saya mengaksesnya ketika sudah Indonesia, tetapi tak boleh lewat dari 60 hari setelah keluar dari The Edge.

Sejenak santai di Terrace

Keluar dari The Edge, saya sempatkan diri masuk ruangan Terrace. Space dengan tekanan udara rendah. Angin menghembus kencang. Pengunjung hanya dibatasi oleh pegangan dan tiang pengaman, sementara dindingnya berupa jaring seperti di gawang sepakbola.

Tak berani lama-lama.

The Terrace Eureka Skydeck

Mengintip Melbourne dari The Terrace. Photo: Makmur Dimila

Aksi lucu di Vertigo

Sekelompok turis Cina yang tampaknya sebuah keluarga berpose dalam kubus kaca tiga dimensi. Mereka berpegangan dan berteriak. Seakan-akan sedang terjatuh dari ruang The Edge yang saya masuki tadi.

Itulah khas dari Eureka Vertigo. Dikhususkan bagi rombongan atau keluarga yang ingin mencoba pengalaman menegangkan bersama. Setelah berfoto, mereka langsung melihat hasilnya pada LCD yang disediakan petugas. Foto-foto itu dapat diunggah ke akun sosial media mereka.

Vertigo Eureka Skydeck

Atraksi ini patut dicoba jika pergi bareng pasangan atau rombongan. Photo: Makmur Dimila

Kapan sebaiknya ke sana?

Eureka Skydeck Tower buka setiap hari mulai jam 10 pagi sampai jam 10 malam waktu setempat. Dengan masuk terakhir pada jam 9.30 malam. Keindahan malam dan siang tentu akan berbeda, tergantung Melbourne yang bagaimana ingin kamu lihat dari ketinggian.

Tak masalah musim dingin atau panas. Di dalam gedung itu terasa aman dan nyaman. Di lantai 88 juga terdapat kios bagi yang suka jajan. Suvenir atau oleh-oleh khas Eureka dapat dibeli di lantai bawah saat kamu turun.

Eureka Skydeck

Cahaya kendaraan di jalanan Kota Melbourne. Photo: Makmur Dimila

Kamu yang punya kantong lebih tebal, patut menciptakan pengalaman mengesankan di lantai 88 Eureka Skydeck Tower. Tak hanya mencoba atraksi, bisa juga menemukan teman baru yang datang dari luar Australia. Tentu saja dengan berani memulai bicara.[]

Writer : Makmur Dimila

Berjalanlah… dan ceritakan pengalamanmu 🙂