Pantai Deumit Berlumur Sunrise

Pulau-pulau di Indonesia yang dikelilingi lautan, pasti menyimpan sisi fotogenik, baik untuk menanti sunset maupun sunrise, bahkan memiliki kedua-duanya. Begitu pun Pulo Nasi, Aceh, kami coba menemukan dua sisi itu begitu tiba di sana.

[hr style=”single”]

Malam pertama di Pantai Deumit, kami menentukan di mana spot menarik menanti matahari terbit esok pagi. Saya usul di puncak bukit, tepatnya di jalan berbentuk S di bagian selatan Desa Rabo. Spot yang telah kami lalui tadi sore.

“Tidak bagus di situ, dia (sunrise_red) di pantai yang ada batu-batu besar,” Rinaldi Ad memberikan teoiri.

Inilah enaknya bepergian dengan fotografer profesional, ia tahu di mana lensanya harus merekam alam. Dan kami pun mengikutinya berburu sunrise pada Minggu pagi. Tidak jauh-jauh. Ia hanya turun ke bawah, melalui undakan di depan penginapan.

Sekitar jam tujuh pagi itu, saya juga bawa turun sebotol besar teh hangat. Minum bersama travelmate–teman perjalanan–di bibir Pantai Deumit, dalam remang-remang berkilau sinar matahari terbit dan nyanyian ombak musim barat (angin timur).

Rinaldi menggelar tripod dan menunggu moment, Ikbal Fanika belajar padanya dengan khidmat. Cek De kerap diminta jadi model oleh Ampon.

Dan saya, menjadikan mereka semua sebagai model di Pantai Deumit untuk bidikan lensa iPad mini.

Hmm.. Perlahan matahari merangkak di langit Kota Banda Aceh. Ia muncul bulat dan tegas menatap kami. Mari lihat. 😀

Amopon-dan-Cek-De-di-Pantai-Deumit

Ampon dan Cek De, tenggelam! Tenggelam dalam suasana, maksud saya. 😀

Hunting-Sunrise-Pantai-Deumit

Rinaldi Ad menggelar tripod di antara bebatuan, sesuai kebutuhannya.

Merekam-Sunrise-Pantai-Deumit

Ikbal menyimak dari samping seniornya. Good way, Bro. 😀

Kreasi-Sunrise-Pantai-Deumit

Sebuah kreasi, bermain-main dengan sunrise Pantai Deumit.

Sunrise-Pantai-Deumit

This is it, I did my best. 😀

Nah, jika Anda menanyakan pada Safariku di mana spot hunting sunrise terbaik di Pulo Nasi, maka Pantai Deumit was recomended for you all. Yeaa, sejauh pengalaman kami, di situlah yang the best. Tetapi saya yakin, Anda bisa saja menemukan tempat lain yang lebih baik.[]

Writer : Makmur Dimila

Berjalanlah… dan ceritakan pengalamanmu 🙂

SEBELUMNYA, Abu Kasem Pantai Deumit …