Mendaki Gunung Sibayak Malam Minggu

Malam terang. Langit bersih tak berawan. Bintang tumpah, membentuk ribuan formasi. Angin menghembus sangat dingin di Puncak Gunung Sibayak, pada malam Minggu yang tidak sepi itu.

[hr style=”bar”]

Kami mulai perjalanan dari Medan menuju ke Tanah Karo Berastagi. Sabtu malam itu kami satu rombongan, 8 orang, mau mendaki Gunung Sibayak, Sumatera Utara. Letaknya sekitar 60km dari Kota Medan, kalau ngebut bisa cepat sampai. Karena malam, kami bawa kendaraan bermotor santai saja.

Oya,ini perjalanan saya dan teman-teman mendaki Sibayakyang kedua kali.Pertama tidak sempat melihat sunrise karena sepanjang jalan kehujanan dan alhamdulillah tidak hipotermia (tak tahan suhu dingin_red).Tetapi kali ini saya berharap bisa melihat sunrise karena cuaca cerah.

puncak-sibayak

Pemandangan Bukit Barisan dari Puncak Sibayak. Photo : Nita Zahara

Nah, setelah perjalanan sekitar satu jam lebih, kami istirahat di daerah Sibolangit, tepatnya di Hill Park. Hill Park itu semacam tempat permainan, lengkaplah; semua permainan ada di dalam tapi saya belum pernah masuk kesana. Hehe.

Dan kami kemudian masuk ke Simpang Doulu, inilah jalan menuju Gunung Sibayak.Sampai di Pos Pertama, biaya masuk per kereta Rp 3 ribu saja, tidak mahal. (Kereta ialah sebutan akrab warga Medan untuk sepeda motor_red).

gunung-sibayak

Para pendaki gelar tenda di sekitar puncak Gunung Sibayak. Photo : Nita Zahara

Tepat jam tiga dini hari, saya dan teman satu rombongan sampai di Pos Kedua. Parkir kereta dan kami titip helm.

Di sana ternyata sudah banyak (calon) pendaki Gunung Sibayak lain yang sudah lebih dulu sampai.

Ada juga yang ngecamp di sekitaran jalur pendakian.

Pose bersama

Malam di puncak, pose bersama teman perjalanan. Photo : IST

Tidak mau menunggu lama di Pos Kedua, kami langsung saja treking menuju Puncak Gunung Sibayak. Dimulai sekitar jam 3.30 pagi. Di sepanjang jalan butuh tenaga lebih untuk naik terus dan terhadang batuan yang tidak rata. Kalau tidak hati-hati, bisa ketimpa, bahaya, karena batuan cadas semua.

Kami berjalan di balik bebatuan besar dan kerikil yang tajam. Kurang lebih satu jam mendaki, sampailah kami di tengah-tengah Gunung Sibayak.

Di ufuk timur sudah kelihatan cahaya merah tanda matahari akan segera terbit. Inilah detik yang kami tunggu-tunggu  dari atas Gunung Sibayak: saat matahari terbit atau bahasa asing sering disebut (sunrise) akan menyinari alam semesta.

sunrise di sibayak

This is it! Sunrise akhirnya muncul juga. 😀 Photo : Nita Zahara

foto di puncak

Pagi hari di Puncak Sibayak. Photo : IST

Dan sungguh ciptaan Allah tiada bandingan dan tiada tara. Sungguh perjalanan yang sulit dilupakan.[]

Writer : Nita Zahara

∴ INFOGRAFIS ∴

Safariku mengutip gosumatra.com untuk melengkapi infografis Gunung Sibayak.

Lokasi
Gunung Sibayak berada di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ketinggian gunung ini mencapai 2.094 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, hutan alam pegunungan ini masuk dalam dalam kategori Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan.

 

Transportasi
Berangkat dari Kota Medan, Anda akan menempuh jarak sejauh 77 km dengan waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai di Berastagi. Anda bisa memilih kendaraan roda dua atau roda empat. Setelah itu, untuk mencapai lokasi, terdapat dua pilihan rute, diantaranya perjalanan dari Berastagi atau dari Desa Semangat Gunung.
Terdapat tiga pintu masuk hutan gunung yang bisa Anda pilih untuk menuju Puncak Gunung Sibayak. Menelusuri jalan setapak sepanjang hutan tropis dan hamparan tebing curam. Jalur masuk tersebut adalah melalui Desa Raja Berneh (Semangat Gunung), Jalur 54, Penatapan jagung rebus dan Jaranguda yang berjarak sekitar 500 meter dari Kota Berastagi.
treking

Trek pendakian di Sibayak. Photo : Nita Zahara

Akomodasi
Kuliner khas Berastagi dijajakan di sepanjang jalan Kota. Anda juga tidak akan kesulitan menemukan tempat penginapan kelas melati hingga hotel berbintang.Tetapi di lokasi pegunungan ini, tidak ada fasilitas modern. Anda sebaiknya membawa tenda untuk camping.[]

 

Berjalanlah… dan ceritakan pengalamanmu 🙂

Artikel Nita Zahara sebelumnya, AIR TERJUN SIPISO-PISO