Kemilau Masjid Emas Depok

Segelas teh panas. Satu kap bubur kacang hijau. Sebotol air mineral. Ketiganya ada di hadapan saya sekarang. Menghadap segelas teh panas, satu kap bubur kacang hijau, dan sebotol air mineral yang ada di hadapan orang lain.

Hari mulai gelap. Orang-orang menanyakan jam berapa. Saya teringat suatu sore dua tahun lalu saat mencoba berbuka puasa bersama di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Sekilas, berada di Masjid Agung Kota Depok ini, menggantikan kerinduan saya pada masjid di Aceh.

:: The Moon, The Gold-Dome :: Saya memaksakan zoom kamera smartphone 12 megapixel untuk menangkap bulan merah yang bertengger di sisi Kubah Berlapis Emas Masjid Agung Kota Depok, Jawa Barat. Terlalu indah untuk diabaikan pada malam ke-16 Ramadhan ini walaupun hasilnya jelas kurang sempurna. Sama halnya seperti salat taraweh 8 rakaat, sungguh tak sehebat salat taraweh 20 rakaat. Untungnya, di Masjid Kubah Emas itu, selalu dengan 20 rakaat dan menuntaskan 1 juz Alquran setiap malamnya. Kata pengurus masjid, malam ini imam akan membawakan juz 17. Subhanallah! —————– I was imposing on zoom out my 12 megapixel smartphone's camera to catch the red moon up which it is appears beside Gold-plated Dome of The Great Mosque of Depok City, West Java. It was too pretty to ignored the moment on the 16th night of Ramadhan althought the result was not satisfied. It is same to taraweh prayer with 8 raka'as that no better than 20 raka'as one. Thankfully, in Gold-Dome Mosque, always running taraweh with 20 raka'as and finishing one juz every night. Tonight said mosque official, the imam is do 17th juz of Alquran. @your.shot @natgeo @instameetindonesia @instagallery_indonesia @instagram @aviaryphoto #yourshot #nationalgeographic #natgeotravelpic #instatravel #instaggallery #instagram #aviaryphotos #ramadhankareem #ramadan #dome #mosque #moslemtraveler #gold #pray #nightout #moon #travellingram #phinemo #safariku

A photo posted by Makmur Dimila (@makmurdimila) on

Masjid Kubah Emas, sebutan lebih popular untuk masjid ini, sebab lima kubahnya dilapisi emas 24 karat berbentuk susunan mosaik. Dan berkilau bila dipandang dari sudut manapun. Karena sebutan itu pula, saya penasaran untuk Jumatan di masjid ini beberapa hari sebelum puasa Ramadhan 1436 H bergulir.

Kini, saya ingin merasakan bagaimana suasana tarawih di masjid yang diresmikan pada 2006 ini. Setiap malam, imam akan membawakan satu juz Al-Quran untuk melengkapi 20 rakaat salat sunat tarawih.

Sebelum tarawih, saya berjalan-jalan di halaman Masjid Emas Depok ini. Mengelilinginya. Pohon-pohon palem—bergaya Timur Tengah—memberikan lanskap menarik di utara masjid dengan sinar lampu terpancar dari bangunannya berlapis granit.

Di sekitar masjid terdapat tiga bangunan lain: rumah pasangan Hj. Dian – H Maimun, auditorium, dan gedung serbaguna. (Hj. Dian Juriah ialah perempuan kaya yang membangun masjid ini.)

Saya sampai di gerbang utama, yang ternyata terpaut sekitar 200 meter dari pintu masuk kompleks masjid. Ia berada di sebelah timur. Sebuah pintu masuk terbuka disangga pilar-pilar.

masjid kubah emas

Gerbang utama Masjid Kubah Emas Depok.

Setelah gerbang utama itu, ada ruang terbuka—sebuah selasar—seperti di Masjid Istiqlal Jakarta. Ruang yang sepertinya untuk menggelar suatu acara atau even tertentu dan mampu menampung 10 ribu orang.

Bulan berwarna jingga agak kemerahan, tampak kalem dari barat masjid. Ia bertengger sejajar dengan bahu Masjid Emas Depok. Dan akan berada di antara kubah-kubah emas jika saya semakin bergeser ke utara. Damai sekali rasanya melihat bulan yang sesekali ditutupi awan hitam, malam Jumat itu.

Saya menikmatinya dari taman, merekam dengan ponsel. Betapa indahnya Rumah Allah.

Tak hanya saya, pengunjung yang menunggu azan Isya bergema, juga memotret dengan latar masjid—dan harus kelihatan kubah emasnya. Saat saya ke sana sebelumnya, tampak seperti lebih banyak wisatawan daripada jamaah salat. Ya, sebelum atau sesudah Jumatan, orang-orang berfoto dengan latar masjid agung itu.

kubah emas

Nyala kuning di ruang imam Masjid Kubah Emas.

Masjid Kubah Emas memang destinasi wisata favorit di Depok, Jawa Barat. Sama halnya dengan Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh. Namun masjid bernama asli Masjid Dian al-Mahri ini dibangun dalam kompleks seluas 60 hektare, dengan biaya ratusan miliar rupiah. Ia terletak di Jl. Meruyung, Kec. Cinere, Depok.[]

Witer: Makmur Dimila

Berjalanlah… dan ceritakan pengalamanmu 🙂

Kubah Emas

View Masjid Kubah Emas dari parkiran.

gerbang kubah emas

Gerbang utara.

Arsitektur Kubah Emas

Pemasangan granit bangunan masjid ini didatangkan dari Italia, sebut Majalah Hidayah.

selasar

Buka bersama digelar di koridor yang mengapit Ruang Selasar.

water-jet

Langit-langit Kubah Emas dengan teknik water-jet.

Masjid Kubah Emas di malam hari.

Masjid Kubah Emas di malam hari.