Holiday is Moyo

Air Terjun Mata Jitu, Pulau Moyo.
Source: viewindonesia.com

DARI Jakarta, saya tiba di Bandara Internasional Selaparang, Mataram, setelah menempuh perjalanan udara hampir tiga jam. Saya tak ingin berlama-lama di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat ini. Sebab tujuan liburan saya kali ini adalah Pulau Moyo, sebuah pulau unik di utara Kabupaten Sumbawa.

Saya penasaran dengan Pulau Moyo. Soalnya, Ratu Inggris Putri Diana kunjungi Pulau Moyo pada pertengahan Agustus 1993. Tiga hari pula Lady Di tinggal di pulau dengan luas 32 ribu hektare ini. Meskipun menginap di Amanwana Resort, hotel berbintang lima dengan atap serupa tenda, Putri Diana menyempatkan diri masuk hutan, untuk mandi di kolam Air Terjun Mata Jitu.

Hebatnya, setelah dikunjungi Ratu Inggris itu, Pulau Moyo pun menyihir bintang dunia lainnya. Sebagaimana dikabarkan sejumlah media online, diantaranya musisi rok Mick Jagger, Bill Gate, pesepakbola Edwin van der Sar dan David Beckham, petenis Maria Sharapova, hingga putra Lady Di, Pangeran William bersama pasangannya Kate Middleton untuk berbulan madu.

Tentu, saya sudah memilih destinasi yang tepat, tapi bukan untuk honeymoonπŸ˜€. Segera saja, saya menunggu penerbangan langsung ke KotaSumbawa Besar, titik poin pertama untuk mencapai Pulau Moyo. Pada pagi Minggu itu, saya pun terbang dengan pesawat kecil milik Maskapai Merpati Nusantara.

Dari dalam tubuh pesawat ini, beruntung saya dapat window seat (kursi dekat jendela_red). Posisi ini saya manfaatkan untuk melihat-lihat lokasi Pulau Moyo dari udara. Nampakkah? Ya, saya melihat Teluk Saleh, yang digaung-gaungkan media. Dan di udara teluk ini, terlihat satu pulau kecil yang bentuknya menyerupai kepala unta menengadah. Dan sepertinya itulah tujuan saya.

Peta Pulau Sumbawa.
Source: dians999.wordpress.com


Tak terasa, setengah jam di udara, saya tiba di Bandara Brangbiji, Kota Sumbawa Besar, ibu kotanya Kabupaten Sumbawa.  
Sebagai flashpacker, saya tidak akan menginap di Amanwana Resort yang pernah dirasakan bintang-bintang kelas dunia di atas, tetapi pada malam ini saya akan menemui warga yang mau memberikan tumpangan penginapan murah. Tujuan saya adalah Desa Labuan Aji, titik poin menuju dua objek wisata alam terdekat, Diwu Mbai dan Mata Jitu.
Tak ada kendaraan roda empat di pulau dengan hutan tropis ini. Besoknya, dari Labuan Aji, saya menyewa ojek. Dari yang saya baca, tarif menuju lokasi Air Terjun Mata Jitu sebesar Rp60 ribu. Saya beranikan diri menawar hingga akhirnya disetujui Rp50 ribu. Jadi bulat gitu, gak ada kembalian.#dasar pelit saya ini. πŸ˜€
Saya tak sabar ingin nyemplung ke kolam pemandian Ratu Diana. Ojek yang membawa saya, hati-hati melibas jalan tanah dan menanjak. Hari cerah. Debu melimpah. Setengah jam berlalu, saya sampai juga di titik poin menuju Mata Jitu. Turun dari motor, Pak Ojek pun saya minta untuk memandu.
Suara alam sangat damai. Gemericik air mulai terdengar saat kami memasuki hutan.  Kami jalan kaki sekira 7 menit. Daaan..
Bruuum!
Saya langsung nyemplung. Basah deh… Seketika, saya sadar, ternyata saya hanya bermimpi ke Pulau Moyo. Dasar mimpi!
Saya sungguh tak benar-benar menikmati mandi di kolam Air Terjun Mata Jitu yang jernih dan sejuk itu. Saya berharap, lain kali, seluruh objek wisata di Pulau Moyo hadir lagi dalam mimpi saya. Seandainya bisa request, saya ingin menyambung mimpi di atas. Begini:
Usai mandi di Air Terjun yang juga dikenal Queen Waterfall itu, saya akan mengunjungi spot-spot eksotis lainnya di Pulau Moyo. Dari Mata Jitu, saya minta Pak Ojek kembali ke pusat Desa Labuan Aji. Selanjutnya pergi ke arah lain, menuju spot Air Terjun Diwu Mbai, dengan menambah bayaran Rp25 ribu.
Pertama kami melewati perkampungan yang benar-benar jauh dari hingar-bingar perkotaan. Kami melibas jalanan tanah tak beraspal. Bahkan saya harus menyeberang sungai kecil yang membelah jalan, kemudian kembali menumpang Pak Ojek. Kembali, sungai menghadang. Pak Ojek kali ini tak bisa mengangkat motornya, dan kami jalan kaki.
Hanya beberapa menit kemudian, selain gemericik air jatuh, saya juga menguping canda anak-anak. Ternyata suara itu bersumber dari Air Terjun Diwu Mbai. Mereka asik bergelantungan di seutas tali yang digantungkan di pohon. Bagai Tarzan, satu per satu mereka terjun ke sungai jernih. Dan, saya pun tak ingin ketinggalan. Auooooo! πŸ˜€

Nah, ini kan saya yang kayak Tarzan.. πŸ˜€
Source: promotravel.co.id

Puas mandi, saya kelelahan. Namun tetap meminta Pak Ojek bawa saya ke spot lainnya. Karena sudah sore, saya ingin ke pantai yang bisa menikmati matahari tenggelam. Dia menyarankan saya ke Pantai Ai Manis. Tetapi, harus naik speed boat dari Desa Ai Bari, Kecamatan Moyo Hilir.
Hmm.. Tak apa, yang penting saya bisa ke sana, lalu snorkling sembari menunggu sunset. Saya pun diboyong dengan speed boat dari Ai Bari. Setengah jam kemudian sampai ke Pantai Ai Manis. Benar-benar manis. Airnya yang hijau toska dan hamparan pasir putih bikin saya ingin segera mandi. Lantas bergabung bersama wisatawan lainnya yang lebih dulu tiba.

Mau dong nyelam bareng..
Source: ayokesumbawa.wordpress.com

Tapi tunggu dulu, saya mau dong bermain-main dengan ikan khas Moyo. πŸ˜€ Beres dengan perlengkapan menyelam permukaan, tadaaa, mari menikmati surga bawah laut Pulau Sumbawa. Satu jam berlalu, perlahan, matahari turun di balik samudera. Bulat kuning. Lembayung senja hampir melenakan saya, andai saja Pak Ojek tak menanyakan di mana saya menginap malam ini. Jleb!

Senja di Pulau Moyo. Waaaah.
Source: traveldetik.com

Oh, ya. Wisatawan lain sudah pada pasang tenda dan siapkan api unggun. Saya? β€œSaya numpang di rumah Bapak saja deh ya?” Dan diiyakan tekong speed boat setelah saya iming-iming imbalan yang akan diperolehnya. Kan, inilah namanya pariwisata, harus ada pemasukan bagi masyarakat di objek wisata. πŸ˜€
Akhirnya kami kembali ke Desa Ai Bari. Saya bermalam di desa ini. Ini memang bukan desa adat di Pulau Sumbawa. Tetapi saya sudah merencanakan, hari kedua holiday, saya akan mengunjungi spot –spot kearifan lokal pada beberapa desa di Pulau Sumbawa berikut ini:

1.       Barapan Kebo
Balapan kerbau (barapan kebo) khas Pulau Sumbawa, dapat disaksikan di Dusun Pamulung, Desa Karang Dima Kecamatan Labuhan Badas. Letaknya sekitar 8 km dari Kota Sumbawa Besar. Desa ini merupakan desa wisata, karena ada banyak hal dapat dinikmati wisatawan: selain barapan kebo, ada atraksi karaci, tarian dan musik tradisional.

2.       Budaya Samawa
Budaya Samawa yaitu budaya khas Pulau Sumbawa. Hal ini dapat wisatawan saksikan di Desa Tepal, Kecamatan Batu Lanteh. Tepal adalah satu desa tradisional yang terletak sekitar 37 km dari pusat kota. Uniknya, selain berjalan kaki, desa ini dapat ditempuh dengan berkuda. Masyarakat desa inimasih memegang teguh adat istiadat dan Budaya Samawa, yang terlihat dari cara mereka berpakaian, menjalani hidup di rumah berbentuk unik. Wow!

3.       Pacuan Kuda
Pacuan kuda ala Sumbawa, ini yang bikin saya penasaran: apakah sama dengan pacuan kuda di Tanah Gayo, Provinsi Aceh yang terletak di barat Indonesia? Olahraga tradisional ini dapat wisatawan nikmati di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir. Jaraknya sekitar 13 km dari Kota Sumbawa Besar. Di sini pula terdapattenunan tradisional, pembuatan gerabah dan permainan rakyat lainnya karapan kerbau.

4.       Kambing Aneh
Jika ingin melihat kambing Sumbawa yang memakan kertas, ikan laut, dan kain-kain baju? Pulau Bungin tempatnya. Tak ada lahan pertanian, perkebunan maupun peternakan di pulau in, karena lahan-lahan yang ada selalu dibangun rumah tinggal. Hal inilah yang menyebabkan kambing piaraan masyarakat memakan apa saja. Pulau Bungin dikenal sebagai pulau terpadat di dunia, karena kepadatan penduduknya mencapai sekitar 14.000 jiwa/km persegi. Dikenal juga sangat aman karena sejauh ini kehidupan masyarakatnya selalu rukun dan damai. Pulau Bungin berada dalam Kecamatan Alas atau sekitar 70 km dari Kota Sumbawa besar. Untuk mencapai pulau ini tersedia perahu motor yang hilir mudik antara pulau Bungin dan Dermaga Alas atau melalui darat dengan kendaraan bermotor.

5.       Kerajinan Kerang-kerangan
Suvenir khas Pulau Sumbawa adalah kerajinan tangan terbuat dari kerang-kerangan. Salah satu lokasi produksinya dapat ditemui di Pulau Kaung yang dihuni nelayan. Pulau ini berdekatan dengan Pulau Bungin. Dapat dicapai dengan kendaraan bermotor maupun  naik dokar.

6.       Black Smith
Inilah istilah untuk aktivitas tradisional di Dusan Talwa, Desa Laseng, Kecamatan Moyo Hulu. Letaknya sekitar 14 km dari Kota Sumbawa Besar.Talwa dikenal sebagai dusun pandai besi (Black Smith). Di sini diproduksi pisau, parang, cangkul, tembilang, dan sebagainya, secara adat. Para turis bahkan menjulukinya Blingin Jerman.
Keenam kearifan lokal di atas, tentunya menarik untuk saya kunjungi, sebelum menyisir objek wisata alam pada hari terakhir holiday saya di Pulau Sumbawa. Di hari ketiga, saya kembali menikmati keindahan Pulau Moyo yang memang prioritas perjalanan saya.

Pantai Takat Segele. Wow!
Source: viewindonesia.com

Masih ada Gua Kelelawar (Liang Bukal) dan Gua Batu Mirip Manusia (Liang Petang) dekat Pantai Ai Manis. Dan sebelum kembali ke Bandara Brangbiji, saya harus sempat snorkling di Pantai Takat Segele. Pokoknya, pengalaman holiday saya di Pulau Moyo mesti melebihi Lady Diana. Ayo bersafari ke Sumbawa. πŸ™‚
Writer : Makmur Dimila
Sumber cerita:
http://www.indonesia.travel/id/destination/479/sumbawa
http://pulaumoyo.com/sekilas.html
http://www.pulausumbawanews.com/wisata/tempat-wisata-di-sumbawa/
http://www.indotravelers.com/sumbawa/index.html
http://travel.kompas.com/read/2013/10/25/1122078/Mencari.Keheningan.di.Sumbawa.Pulau.Moyo.Tempatnya
http://pilkada.kompas.com/jatim/read/2013/10/30/1510570/Moyo.Tak.Cuma.Menawarkan.Pantai.Ada.Air.Terjun
http://travel.detik.com/read/2011/12/22/142444/1797639/1025/mengajak-mama-berlibur-ke-pulau-lady-diana
http://www.harianjogja.com/baca/2012/11/09/liburan-sharapova-kunjungi-borobudur-pulau-moyo-346388
http://www.shu-travelographer.com/2014/07/sailing-trip-eksotisme-pulau-moyo.html
http://www.ghiboo.com/2011/05/03/william-kate-akan-ber-royal-honeymoon-di-pulau-moyo/http://apen5.blogspot.com/2010/05/moyo-island.html
NOTE: Artikel ini diikutkan pada Lomba Menulis LombokSumbawa World Travel WritersGathering 2014

    1. Lintasanpenaku October 29, 2014
      • Safari Ku October 29, 2014
    2. Ari October 29, 2014
    3. Rahmanovic Mee October 29, 2014
      • Safari Ku October 29, 2014
      • Safari Ku October 31, 2014

    Add Your Comment