HIGHEST: Ujung Kelindu Lamreh

Tebing Lhokme, Desa Lamreh, Kabupaten Aceh Besar menjelma primadona baru bagi wisatawan. Sebuah tanjung di sana menjadi spot favorit untuk diabadikan. Foto-foto dari sana dihambur-hamburkan ke akun Instagram, Facebook, Path, Blog, dan lainnya. 

[hr style=”dashed”]

Suara-suara dari pehobi wisata lebih dominan menyebutkan bahwa tanjung bernama Ujung Kelindu terkenal setelah didatangi Putri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata. Dalam salah satu lokasi syuting acara My Trip My Adventure medio November 2014, ia bersenang-senang dengan motor trail di bukit Lamreh yang diuntungkan dengan kecantikan panorama dari tanjung itu.

ujung kelindu safariku

“Kini Tanjung Ujung Kelindu sudah dipagar. Tapi pengunjung bisa turun melalui satu celah dari pagar itu sendiri,” kata Ikbal Fanika yang mengabadikan moment senja di Ujung Kelindu ini pada 23 Februari 2015.

Sebenarnya, jauh sebelum kedatangan Nadine, tebing Lamreh sudah didatangi para pejalan lokal. Mereka sering camping di ujung tebing Lamreh. Namun tidak mereka sebutkan kalau di sana ada Ujung Kelindu.

Safariku sendiri mendatangi spot ini pada 16 Juni 2014. Kami lantas mempublikasikannya tapi belum tahu kalau tempat kami mandi bernama Ujung Kelindu.

Baca: Keindahan Lain Lhok Me (1) Keindahan Lain Lhok Me (2) Keindahan Lain Lhok Me (3)

Nama Tanjung Ujung Kelindu baru merebak setelah dishare kru Aceh Backpacker tak lama kemudian. Spot baru ini juga berada di ujung pantai yang sudah lebih dulu populer, yaitu Pantai Pasir Putih Lhokme. Pengunjung dari pantai itu bisa menaiki tanjung ini.

lamreh safariku

Dari kiri: Dua segitiga putih = Situs Lamuri, segitiga merah = Ujung Kelindu, di kananya Pantai Pasir Putih. Photo: Google Maps

Ketenaran spot itu juga berdampak pada postingan Safariku. Dalam sebulan terakhir, keyword pencarian terbanyak di Safariku ialah “lhok me”, sehingga ia bertengger di urutan kedua Popular Post per 24 Februari 2015.

Kini Ujung Kelindu semakin mengudara. Sampai-sampai, pemuda setempat mulai kutip karcis. Sebagian pengunjung mengkhawatirkan tiket masuk yang mahal.

Saya pergi ke sini pada hari biasa diminta Rp 10 ribu. Sebelumnya pada hari Minggu, saya harus keluarkan Rp 20 ribu,” kata Ikbal Fanika, fotografer Safariku yang mengunjungi Ujung Kelindu terakhir kali pada 23 Februari 2015.

Kuta Lubok safariku

Dari ujung Tebing Lamreh, terlihat jelas lanskap Bukit Kuta Lubok yang memiliki Situs Lamuri. Photo: Ikbal Fanika

Ujung Kelindu juga bersisian dengan bukit-bukit yang mengandung historis tinggi. Yaitu keberadaan Situs Lamuri di Bukit Kuta Lubok. Objek ini berhadapan dengan Bukit Lamreh. Keduanya hanya dipisahkan Teluk Lamreh.

So, para pengunjung sangat diharapkan untuk tidak meninggalkan sampah sembarangan atau melakukan kegiatan yang berpotensi merusak situs-situ sejarah di lokasi tersebut.[]

Writer: Makmur Dimila

Berjalanlah… dan ceritakan pengalamanmu 🙂