sunset simeulue safariku
Matahari tenggelam yang terlihat jelas dari halaman kompleks Frazha Homestay. Photo: Makmur Dimila
Halaman kompleks ini berupa laut lepas. Samudera Hindia. Suara debur ombak yang menggulung selalu terdengar sepanjang saya tinggal di sini. Saya selalu sempatkan diri senam pagi di bibir pantai yang disambut deruan gelombang. Malam, tidur semakin nyenyak oleh sayup-sayup riak yang teratur.

Frazha Homestay, di sanalah saya tinggal pada April lalu. Ia dibangun berhadapan dengan Pantai Alus-alus, keindahan alam yang dimiliki Desa Alus-Alus, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue.

Rumah berkonstruksi kayu tampil perkasa dalam lahan berumput hijau yang dikelilingi pokok kelapa. Ada lima (5) pesona kepulauan Simeulue yang dapat dinikmati hanya dengan tinggal di homestay ini.

1. Bangun pagi tak perlu mengejar sunrise

Frazha Homestay Simeulue Safariku
Rumah kayu milik Frazha Homestay. Photo: Akil Rozha

Saya cukup berjalan ke Pantai Alus-alus yang membentang luas di halaman Frazha Homestay. Sambil jalan kaki susuri arah timur pantai, perlahan, sinar matahari menerpa tubuh. Kadang saya cuma perlu jalan-jalan di dalam homestay, menikmati panah-panah sinar matahari dari celah pokok kelapa.

2. Sunset pun merekah indah

sunset simeulue safariku
Matahari tenggelam yang terlihat jelas dari halaman kompleks Frazha Homestay. Photo: Makmur Dimila

Tak jarang, ketika sedang mengkesplor daratan Simeulue, saya ingin segera sampai di Frazha Homestay menjelang sore. Hanya untuk pergi ke pantai, mandi, lalu memandangi matahari terbenam di atas skyline Ate Fulawan yang berupa garis ujung pokok kelapa.

3. Belajar selancar di halaman Pantai Alus-alus

selancar simeulue
Belajar selancar di Pantai Alus-alus, rekreasi gratis bagi tamu Frazha Homestay. Photo: Makmur Dimila

Pengelola sediakan papan selancar bagi tamunya. Pantai Alus-alus memiliki ombak kiri maupun kanan. Pada musim tertentu, tinggi ombak sangat cocok untuk berselancar ala profesional. Pada hari-hari biasa pun, surfing juga dapat dilakukan. Misal sore itu, saya mencoba selancar dada. Di samping gelombang tak tinggi, saya juga belum bisa main surfing.

4. Dekat dengan spot surfing dan pusat kota

surfing simeulue
Atraksi peserta Aceh International Surfing Championship, di Pantai Nancala-Maudil, 2015. Photo: Akil Rozha

Alus-alus, Teupah Selatan, memiliki akses yang mudah untuk mencapai spot-spot surfing terbaik. Di antaranya Pantai Nancala-Maudil di Kec. Teupah Barat dengan Pick Hander (ombak kiri-kanan oke), Pantai Matanurung di Kec. Teupah Tengah dengan Right Hander, dan Pulau Batu Berlayar di Teupah Selatan dengan Left Hander.

Frazha Homestay juga dekat dengan Bandara Lasikin (12 km) dan Pusat Kota Sinabang (23 km). Anda bisa naik becak, menyewa sepeda motor, atau menunggu jemputan dari pihak Fraza Homestay.

5. Murah dan meriah

Frazha Homestay Simeulue
Atas: rumah utama/Photo: Makmur Dimila. Kiri: Kantin/Photo: Akil Rozha. Kanan: bayi pohon yang ditanami owner homestay sebagai antisipasi penebangan kelapa/Photo: Makmur Dimila

Pagi hari saya di sini selalu ditemani cicit burung, diwarnai lalu-lalang kendaraan warga dari jalan desa saat siang, dan menikmati nyanyian jangkrik di malam hari hingga tertidur. Anda dapat menjadikan rumah tinggal ini layaknya rumah sendiri. Tarif menginap per malam bisa nego. Tergantung apakah masak sendiri atau ingin disediakan makanan oleh pihak homestay.

Sebelum memutuskan, simak dulu fasilitas Frazha Homestay berikut:

Kantin – Setiap tamu bisa menjadikan kantin ini bagai dapur di rumah sendiri. Kamu bisa belanja sendiri ke pasar desa atau ke kota. Jika tak mau keluar, kamu atau asistenmu bisa menunggu penjual sayur keliling lewat di jalan desa. Raciklah masakan terlezatmu di dapur yang disediakan. Pun bisa menitipkannya pada pemilik homestay. Ada kulkas, kompor, satu meja makan beserta kursi, dan beberapa bangku untuk santai.

Kamar Mandi – Selain kamar mandi di dalam homestay, ada satu kamar mandi umum di barat kompleks. Kamar sederhana yang bisa digunakan untuk mandi, cuci pakaian, maupun buang air.

Kamar Tidur – Kamu disediakan kelambu, sehingga aman dari gigitan nyamuk saat tidur malam hari. Kamu pun dapat leluasa membuka jendela kamar di malam hari.

Pondok/musala – Di pojok timur homestay, ada satu pondok untuk bersantai yang juga bisa difungsikan sebagai musalla. Ada juga dua bangku santai yang bisa di gunakan untuk tidur siang atau berjemur di pagi hari sambil membaca. Sementara di luar pagar homestay, terdapat dua gazebo yang menghadap laut.

Air – Air bersih bersumber dari sumur di kompleks ini. Airnya tawar yang bisa dipakai untuk masak, mencuci pakaian, dan mandi.

Papan Selancar – Kamu bisa menggunakan papan selancar di homestay ini untuk belajar berselancar di Pantai Alus-alus, bahkan untuk berselancar dalam ombak tinggi bagi profesional.

Frazha Homestay Simeulue
Atas: Tamu bersantai di bangku piknik/Photo: Akil Rozha. Kiri: Menulis di pondok/Photo: Makmur Dimila. Kanan: Menu tamu masak sendiri/Photo: Makmur Dimila

Bila Anda tertarik tinggal di Frazha Homestay, bisa menghubungi kontak berikut. +62 811 6811 772

Writer: Makmur Dimila

Berjalanlah… dan ceritakan pengalamanmu 🙂

 

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here