5 Atraksi Wisata Halal Aceh yang Enjoyable

Pada semester akhir tahun lalu, saya iseng kumpulkan footage video timelapse di beberapa titik di Banda Aceh dan Aceh Besar. Bermodal satu gawai. Tak pakai kamera digital yang besar-besar itu.

Iseng, tapi sebenarnya hobi sengaja, saya ambil video dengan telepon pintar. Saya pergi ke beberapa tempat, menunggu moment yang tepat, berkelabat dalam kondisi alam berbeda.

Semuanya saya rekam dengan mode timelapse. Tripod tentu kewajiban. Saya hendak tunjukkan, gawai pun bisa menceritakan suatu destinasi dalam bentuk audio visual.

Saya pilih destinasi wisata halal Aceh di sekitar Banda Aceh, yang kiranya mengandung nilai ramah wisatawan muslim. Mudah dijangkau, baik untuk saya, maupun turis yang ingin menikmati tempat-tempat berikut.

Wisata Halal Aceh 1. Masjid Oman

Foto kiriman Ahmad Ariska (@sukajalan) pada

Suatu kali, saya tidur lebih awal dari biasanya. Agar bisa bangun lebih awal pula. Dan, capaian tak pernah mengkhinati keinginan.

Ya, saya pertama kalinya salat Subuh berjamaah di Masjid Agung Al-Makmur, Lampriet, Banda Aceh. Biasanya, di masjid yang dikenal Masjid Oman ini, saya menyaksikan kawan-kawan melangsungkan akad nikah. #KamuKapan?

Usai salat Subuh berjamaah, saya keluar pekarangan masjid ini. Dan meluncur ke jembatan penyeberangan tak jauh dari Masjid Oman.

Sebaiknya dibaca: Sekilas tentang Wisata Halal


Syukur langit cukup bersahabat. Di atas jembatan itu, saya pasang tripod khusus smartphone, dan mengabadikan moment timelapse, sekitar setengah jam.

Langit berangsur cerah, seiring awan perlahan berubah putih, fajar sirna, lampu-lampu kendaraan padam, dan sinar hijau lampu dari Masjid Oman memudar.

Wisata Halal Aceh 2. Pasar Peunayong

Foto kiriman Faisal (@faisxtrada) pada

Pada pagi lain yang fresh, saya ke Pasar Peunayong. Orang-orang berbelanja. Berkerumun macam semut.

Saya datang dengan misi sendiri. Berburu timelapse aktivitas mereka. Di kawasan Pasar Peunayong, saya menaiki lantai dua Pasar Buah & Sayur di Jalan RA Kartini. Pasar yang tak difungsikan usai dibangun. #MalahSayaYangFungsikan

Dari tepian balkon menghadap barat, saya menyaksikan kerumunan manusia yang luar biasa di bawah sana.

Orang datang silih berganti. Pergi dengan tangan kosong, pulang sudah berisi. Sinar mentari menjalar dari atap toko di seberang jalan turun ke pasar. Kendaraan di parkiran pun saling berpindah posisi.

Suasana pagi di pasar tradisional itu cukup terasa. Meski tak belanja, saya bahagia, bisa mendokumentasikan mereka berbelanja. #CepatKawinBro

Wisata Halal Aceh 3. Warung Kubra

Foto kiriman Eko Deni Saputra (@kodensa) pada

Warung kopi (yang diklaim) tertua di Banda Aceh ini, selalu padat, terutama di pagi hari.

Semenjak berdiri tahun 1947, warkop tradisional ini bernama Cut Zein. Belakangan, dalam beberapa tahun terakhir, dikenal dengan nama “Kubra”, singkatan dari Kupi Beurawe. Kata terakhir adalah nama desa/gampong lokasi warkop ini.

Nama memang 2000-an. Tapi citarasa dan nuansanya masih 1940-an. Barangkali inilah yang diincar para penikmat kopi di Banda Aceh.

Bagi saya, satu hal yang menarik disini, dipajangnya cermin besar pada salah satu dinding. Macam di kedai pangkas, saya dapat melihat beragam sudut kedai dari satu cermin itu.

Cermin itu pula yang membuat tangan saya gatal, ambil timelapse di Warung Kubra. Suatu pagi, saat saya hendak merekam, saya minta izin ke pelayan.

“Tidak bisa, izin dulu ke pemiliknya,” kata seorang pelayan. Maklum, saya jarang ngopi di tempat seramai ini.

“Silakan, Dek, dengan senang hati,” ujar kasir, saat saya minta izin padanya.

Dapatlah frame terbaik. Sekitar setengah jam, saya menanti lensa gawai saya merekam aktivitas di Warung Kubra, sembari menikmati kopi robusta khas Aceh. Tentu ini bagian dari atraksi wisata halal Aceh. #Maksa

Wisata Halal Aceh 4. Pantai Lampuuk

Foto kiriman Rolly Martan (@rollymartan) pada

Suatu sore di November lalu, Aceh Adventure gelar Aceh Beach Clean di Pantai Kuala Cut, Lampuuk, Aceh Besar.

Diundang volunteer dari berbagai komunitas membersihkan pantai yang baru naik daun itu. Refreshing sambil berbakti.

Barangkali, video pantai sudah biasa. Tapi rekaman manusia lalu-lalang mengutip sampah plastik di sepanjang pantai, jarang dijumpai khususnya di Aceh.

Pantai Kuala Cut berdekatan dengan lapangan golf Lhoknga. Ia juga memiliki ombak untuk surfing di musim tertentu. Panoramanya apalagi, tatapan saya akan dihiasi Bukit Barisan, lengkungan pantai, dan pepohonan cemara.

Kebersihan sebagian dari iman. So, membersihkan pantai adalah bagian dari atraksi wisata halal Aceh yang gratis kamu lakukan jika jalan-jalan ke Aceh. 😀

Wisata Halal Aceh 5. Bukit Jackie Chan

Foto kiriman teuku_wandry27 (@teukuwandry) pada

Hongkong punya Jackie Chan, Aceh punya nama. Begitulah, salah satu berkah dari ujian tsunami 2004.

Di perbukitan Gampong Neuheun, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, dibangun Kampung Persahabatan Indonesia-Tiongkok oleh Pemerintah Tiongkok bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia.

Komplek ini kemudian populer dengan nama Kampung Jackie Chan. Sebab, konon kabarnya aktor kocak itulah yang menggalang dana.

Diresmikan pada 2007, bukit itu dihuni korban tsunami dengan 606 unit rumah tipe 42 di areal 22,4 hektare.

Sejak itu, Kampung Jackie Chan menjadi objek fotogenik—mungkin Instagram-able istilah sekarang. Indah difoto waktu pagi, siang, dan malam. Terutama dari sisi balkon Om Di Coffee di Jalan Cendana Blok F.

Sebaiknya dibaca: 7 World Class Music di Aceh Rapai


Dari sisi itupula, suatu sore, saya menanti sunset. Sayangnya, matahari tenggelam tak terlihat sempurna. Tiba-tiba saja berawan. Tapi saya tetap menggunakan footage video itu.

Artinya, jika diambil dengan gawai saja dalam keaadaan tak begitu sempurna, panorama Aceh dari Kampung Jackie Chan cukup menawan, apalagi jika kamu datang pada saat yang tepat, plus menggunakan kamera lebih canggih. Apik nian.

Bukit Jackir Chan bisa ditempuh 20 menit berkendara ke arah timur dari pusat Kota Banda Aceh. Datanglah lebih awal jika ingin menanti sunset. Biasanya selalu ramai di sore hari. #JanganLupaSalatMagrib

Lima destinasi di atas, hanyalah sebagian kecil dari sejumlah destinasi di Aceh yang menunjukkan daerah yang memiliki budaya ramah wisatawan. Dalam artian, wisawatan bisa menikmati beberapa hal unik dari tradisi masyarakat Aceh, khususnya seperti yang saya lakukan.[]

Writer: Makmur Dimila

Berjalanlah… dan ceritakan pengalamanmu 🙂

    1. yudi Randa October 2, 2016
      • Safariku October 3, 2016
    2. momtraveler October 3, 2016
      • Safariku October 3, 2016
    3. Ibnu Syahri Ramadhan October 3, 2016
      • Safariku October 4, 2016
    4. haya October 4, 2016
      • Safariku October 4, 2016
    5. Alya October 14, 2016
      • Safariku October 14, 2016
    6. Sukanusantara December 19, 2016
      • Safariku December 20, 2016

    Add Your Comment